2.5.12

Hari Buruh, Hari Rusuh

Suasana demo di Hari Buruh
Sumber: antarafoto.com
Buruh, sebagai seorang pekerja yang merasa belum diperlakukan dengan adil atas segala hak-haknya, pada tanggal 1 Mei bersama-sama menuntut keadilan dengan turun untuk menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah. Inilah yang kemudian disebut dengan Hari Buruh, atau May Day.

Memang, masih ada hal-hal yang memprihatinkan bagi para buruh di Indonesia. Seperti kekerasan yang dilakukan atasan, gaji yang tidak sesuai dengan pekerjaan, pemakaian anak di bawah umur untuk bekerja, kurangnya apresiasi pada pekerja, dan lain-lain. Melihat hal itu, SBY berjanji akan memperhatikan mereka. Namun, yang dibutuhkan bukanlah sekedar perhatian, tetapi aksi nyata pembebasan hak-hak mereka.

Sayangnya, aksi penuntutan keadilan tersebut seringkali diwarnai dengan anarkis. Padahal masyarakat justru risih saat buruh rusuh, bukannya simpati. Sarana dan prasarana umum juga seringkali jadi sasaran kekerasan yang salah. Hal itu menjadi bumerang bagi mereka. Bisa saja terjadi pemutusan kerja karena atasannya tidak menyukai aksi tersebut.

Sebuah hari nasional seperti ini seharusnya dijadikan peringatan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu pemerintah, buruh, atasan, dan masyarakat sekitar dapat saling intropeksi diri. Pemerintah dapat memperkuat lagi regulasi yang ada, buruh dapat bekerja sesuai tugasnya dengan baik, atasan dapat mematuhi regulasi yang ada, dan masyarakat sekitar dapat menjadi pemerhati apabila ada ketidakbenaran dalam kegiatan tersebut.

Akhirnya, bahu-membahu dilakukan untuk kesejahteraan buruh. Apalagi cukup banyak masyarakat Indonesia yang profesinya adalah buruh, entah buruh dalam arti sempit, atau dalam arti luas, yang berarti pekerja.


―@lauradamerosa

Tidak ada komentar: